-->

KH Zaitun Rasmin: Tidak Boleh Berprasangka Buruk Terhadap Pemimpin



Buletin Banten -  KH Zaitun Rasmin menjelaskan, salah satu tugas pemimpin adalah memberikan keberpihakan dan melindungi terhadap orang-orang yang ditakdirkan lemah atau du’afa.

Dalam sebuah program talkshow dilansir dari Kanal YouTube Dakwah Hikmah yang tayang 30 November 2021, Presiden KSPI, Said Iqbal bertanya terkait sudut pandang Islam melihat peran negara untuk melindungi orang-orang kecil dalam konteks kebijakan kenegaraan.

“Pak Ustaz, kami dari kelompok termarjinalkan, kelompok buruh, nelayan, dan orang-orang kecil lainnya ingin bertanya. Bagaimana sudut pandang Islam melihat peran negara untuk melindungi orang-orang kecil dalam konteks kebijakan kenegaraan. Misalnya membayar upah yang layak sebelum kering keringatnya. Atau status kerjanya seperti outsourching,” tanya Said Iqbal, dilansir pada Senin (6/12/2021).

KH Zaitun Rasmin pun memaparkan hal tersebut jelas sekali termaktub dalam Al Quran, Hadits, lalu yang dicontohkan Rasulullah SAW, hingga para sahabatnya Amirul Mukminin.

“Tetapi kita tidak boleh lupa, Islam sebagai agama yang lengkap dan sempurna juga tidak menginginkan para pengusaha atau investor diabaikan. Mereka juga sangat dilindungi. Makanya saat Rasulullah SAW diminta dalam menetapkan harga, beliau tidak serta menetapkannya,” paparnya.

Artinya para pengusaha juga diberi keleluasaan dalam mengatur usaha mereka. Kecuali mereka menciptakan kezaliman yang sangat nyata, jadi ketimpangan luar biasa dalam bisnis mereka.

Jadi memang harus ada ‘intervensi’ dari pemimpin agar bisa menjaga kestabilan dan kemaslahatan bersama.

Jadi, kata Ketua Umum Wahdah Islamiyah itu, menjadi pemimpin bukan sesuatu hal yang mudah. Sangat berat. Memang jika dia adil pahalanya sangat besar.

Ada jaminan kemuliaan di dunia dan di akhirat bagi pemimpin yang menjalankan kepemimpinan sebaik-baiknya. Salah satunya jika mereka berlaku adil.

“Jadi pemimpin, dia tidak bersungguh-sungguh saja sudah jadi dosa. Bagaimana jika terang-terangan melanggar atau tidak memperhatikan rakyatnya,” katanya.

Pemimpin juga harus bisa banyak mendengar dari rakyatnya. Kemudian memberi perhatian, berupaya memberi solusi.

Salah satu kunci sukses pemimpin adalah memberinya nasehat, membantunya bisa dengan tenaga, waktu, pikiran, termasuk harta.

Jadi para investor sangat membantu pemerintah maupun rakyat. Utamanya dalam kondisi krisis.

Pada akhirnya, ia mengajak seluruh masyarakat menyelesaikan masalah, persoalan bangsa dengan semangat kebersamaan, rasa cinta, selalu saling percaya, saling mengingatkan, sabar, lapang, mendengar termasuk mengelola perbedaan dan menghadapi para aktivis selama mereka tidak melanggar hukum, beri mereka kesempatan. Karena aktivis itu akan memberikan banyak masukan.

Netizen kemudian bertanya. Bagaimana hukumnya orang yang suka berprasangka buruk terhadap pemimpinnya sendiri?

“Tentu tidak boleh kita berprasangka buruk terhadap pemimpin. Hanya ada nasehat juga kepada pemimpin, tolong jangan memposisikan diri untuk diprasangkai buruk,” tegas Zaitun.

Jadi sangat dibutuhkan keseimbangan. Jadi mari berprasangka baik terhadap pemimpin. Mereka ini luar biasa tanggung jawabnya.

Sebaliknya kepada pemimpin, marilah sering-sering bicara dengan rakyat, mendengar, dan memberi solusi. [fajar]

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "KH Zaitun Rasmin: Tidak Boleh Berprasangka Buruk Terhadap Pemimpin"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel