-->

Komentari Yana 'Cadas Pangeran', Ridwan Kamil: Tipe Manusia Nyusahin



Buletin Banten -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil rupanya tergelitik untuk mengomentari kisah Yana Supriatna (40), warga Kabupaten Sumedang yang dilaporkan hilang di tebing Cadas Pangeran.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, kelakuan Yana membuatnya masuk ke dalam tipe orang yang suka menyulitkan orang lain. 

Bagaimana tidak, laporan hilangnya Yana di Cadas Pangeran tepatnya di Kampung Ciherang membuat banyak pihak turun tangan.

Mulai dari polisi dan tim SAR yang mencari selama dua hari di lokasi. Belum lagi masyarakat yang membantu pencarian, dan tim spiritual yang berdoa agar Yana bisa kembali.

Anjing pelacak pun dikerahkan untuk mencari jejak Yana yang diketahui mengirimkan dua rekaman suara bernada ketakutan yang diterima keluarganya. Dua rekaman suara itu dikirimkan, sebelum Yana dilaporkan hilang karena tak bisa dihubungi sampai akhirnya ditemukan sepeda motor dan helmnya di pinggir jalan.

Sampai akhirnya, jejak Yana ditemukan kepolisian di Dawuan, Majalengka dengan kondisi baik-baik saja. "Ada 3 tipe manusia: tipe nyusahin, tipe B aja, dan tipe manusia mulia yg selalu bawa manfaat. Yana van Cadaspangeran tipe yang pertama," tulis Kang Emil dalam media sosialnya.

Belajar dari kejadian itu juga, Kang Emil meminta warga tiap kali ada orang yang hilang jangan selalu dihubungkan dengan sesuatu yang gaib. Menurutnya, di balik suatu peristiwa yang dilakukan manusia pasti ada alasan rasional di belakangnya.

"Kasus Yana membuktikan itu," ucap Emil.
Saat ini Yana tengah diperiksa polisi. Dari hasil pemeriksaan sementara, Yana melakukan itu diduga dipicu permasalahan pekerjaan dan keluarganya.

"Bersangkutan (Yana) masih kita dalami (pengakuannya) soal meninggalkan motor di Cadas Pangeran dan keluarganya yang mengarah pada pekerjaan bersangkutan di sebuah kantor notaris di Bandung. Sekaligus juga ada permasalahan lain dengan keluarga dari pihak istrinya," tutur Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, Jumat (19/11/2021).

Polisi belum menyimpulkan motif sebenarnya di balik aksi sandiwara Yana tersebut. Sebab saat ini Yana masih didengar keterangannya.


Menurut Eko, pihaknya membatalkan agenda jumpa pers berkaitan perkembangan kasus Yana yang dijadwalkan siang ini. Alasannya karena Yana tidak tegas bercerita kepada polisi.

"Keterangannya masih berubah-ubah. Jadi, semula kami akan memberikan keterangan pers secara lengkap hari ini, namun belum bisa. Cukup kompleksitas motif yang bersangkutan itu," ujar Eko.(detik)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel