-->

Diisukan Bakal Diganti Pelita Air Service, Bos Garuda Ungkap Ini



Buletin Banten - Maskapai penerbangan kebanggaan Tanah Air Garuda Indonesia kembali mendapat kabar tak sedap. Usai dikabarkan akan ditutup karena utang yang membengkak, national flight carrier itu dikabarkan akan diganti Pelita Air Service.

Hal itu santer didengar media usai adanya wacana dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bakal menjadikan maskapai milik PT Pertamina itu sebagai pengganti Garuda Indonesia.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa hal tersebut merupakan pandangan dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas Garuda Indonesia.

Menurut dia, pandang itu tentunya dalam melihat berbagai kemungkinan melalui perspektif yang lebih luas atas berbagai opsi-terkait langkah pemulihan kinerja Garuda Indonesia.

Adapun fokus utama kami di Garuda Indonesia saat ini adalah untuk terus melakukan langkah akseleratif pemulihan kinerja yang utamanya dilakukan melalui program restrukturisasi menyeluruh yang tengah kami rampungkan.
 
"Upaya tersebut turut kami intensifkan melalui berbagai upaya langkah penunjang perbaikan kinerja Garuda Indonesia secara fundamental khususnya dari basis operasional penerbangan," kata Irfan saat dihubungi VIVA. 

Untuk itu, Irfan tetap optimistis dengan sinyal positif industri penerbangan nasional di tengah situasi pandemi yang mulai terkendali serta dibukanya sektor pariwisata unggulan Indonesia.

"Ini menjadi momentum penting dalam langkah-langkah perbaikan kinerja yang saat ini terus kami optimalkan bersama seluruh stakeholders terkait," tegasnya.

Sebelumnya, Komisaris utama PT Pelita Air Service, Michael Umbas mengungkapkan bawah untuk mengganti Garuda Indonesia jadi national flight carrier belum ada arahan.

"Kalau menggantikan Garuda sebagai national flight carrier belum ada arahan karena memang hal tersebut butuh proses. Apalagi kan Garuda masih eksis," kata dia kepada wartawan, Rabu 20 Oktober 2021.

Dia mengungkap, pihaknya memang punya pengalaman panjang sebagai airlines nasional. Tapi, perlu upaya lebih kalau mau berkecimpung pada niaga berjadwal.

"Pelita Air memang memilki pengalaman panjang sebagai airlines nasional. Namun, perlu upaya ekstra untuk menjadi pemain di niaga berjadwal. Kami pasti sangat hati-hati dan terukur meskipun ada arahan pemegang saham," kata dia.[viva]

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel