-->

Buat Petisi Daring, Partai Prima Sebut Adanya Oligarki yang Meresahkan Hidup Rakyat



Buletin Banten - DPP Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) kembali menyuarakan suaranya melawan oligarki.

Kali ini Partai Prima menggagas petisi daring bertajuk ‘Selamatkan Indonesia, Bersama Lawan Oligarki’ di laman change.org.

Juru Bicara Partai Prima sekaligus koordinator petisi, Farhan Abdillah Dhalimunthe mengatakan bahwa petisi ini dimaksudkan untuk menyampaikan keresahan terkait menguatnya oligarki yang merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Adapun petisi tersebut muncul akibat adanya keresahan masyarakat atas dominasi dan menguatnya oligarki dalam kehidupan ekonomi politik di Indonesia.

“Tampilnya elite-elite super kaya yang kian hari kian mendominasi dan menentukan segala macam kebijakan negara,” kata dia kepada wartawan, Sabtu (9/10/2021).

Farhan menambahkan oligarki juga menjadi sumber masalah yang kompleks bagi bangsa Indonesia yang kemudian melahirkan perlbagai persoalan pelik lainnya seperti korupsi, ketimpangan ekonomi, kemiskinan dan kerusakan ekologi.

“Maka itu, kita yang marah terhadap revisi UU KPK dan pembegalan KPK tentu tak sulit menangkap keterlibatan orang-orang superkuat, baik secara langsung maupun lewat parpol,” imbuhnya.

Berkaitan dengan hal itu, Farhan mengajak kepada masyarakat dan seluruh elemen bangsa agar tidak berdiam diri atas pengerusakan kehidupan berbangsa dan bernegara oleh oligarki tersebut.

“Menurut kami, kita tak bisa lagi berdiam atas perusakan kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Segala keresahan dan kemarahan kita tak boleh menguap begitu saja, tetapi harus terartikulasi menjadi sebuah gagasan sekaligus gerakan bersama,” ujar Farhan.

Sekadar informasi, petisi yang digagas oleh Partai Prima ini ditandatangani dan didukung oleh beberapa tokoh dari kalangan politisi, akademisi, aktivis dan lain-lain.

Nama-nama tersebut antara lainn yakni Ujang Komarudin Nurhastuty K Wardhani, Titi Anggraeni, Agus Jabo Priyono, Peompida Hidayatulloh, Iwan Nurdin, Yayan Hidayat, Melissa Kowara, Gede Sandra, Nur Suhud, Musdah Mulia.

Lalu kemudian ada Nursyahbani Katjasungkana, Siti Rubaidah, Ma’ruf Asli Bhakti, Kamal Sulaeman, Lukman Hakim, Tri Okta Sulfa Kimiawan, Ahmad Rifai, Samsudin Saman, Wahida Baharuddin Upa, Yayak Yatmaka, Dolorosa Sinaga dan Jacobus Mayong Padang.[tribunnews]

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel