-->

Pilu 2 Putri Iswahyudi, Teknisi Rimbun Air yang Jatuh di Papua, Pandangi Foto Ayah Mereka



Buletin Banten - Kematian Utra Iswahyudi (41), teknisi Rimbun Air yang turut menjadi korban tewas saat pesawat tersebut jatuh di di Kampung Bilogai, Distrik Sugapu, Kabupaten Intan Jaya, Papua, meninggalkan duka lara bagi keluarganya.

Iswahyudi meninggalkan seorang istri, Dewi Agustina, serta dua anak perempuan yang masih kecil-kecil, yakni Khanza dan Khaila. Khaila masih berusia 11 tahun, dan Khanza baru berusia 6 tahun.

Jenazah Iswahyudi tiba di rumahnya di Jalan Al Makmur, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Sabtu pagi (18/9/2021).

Tangis istri dan keluarganya langsung pecah mengiringi ketibaan jenazahnya di kediamannya.

Sementara dua putrinya, yang belum mengerti arti kematian, tampak bingung melihat ibu dan saudara-saudara mereka pada menangis. Dua bocah itu hanya memandangi foto ayah mereka yang ditaruh di atas peti jenazah.

Setelah disemayamkan, jenazah Iswahyudi kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bukit Damai Sejahtera, Balikpapan, Sabtu siang.

Menurut perwakilan manajemen Rimbun Air Andi Nur Hasan, sedianya jenazah Iswahyudi dijadwalkan tiba di Balikpapan pada Jumat (17/9/2021), namun karena baru tiba pukul 14.30 WIB di Bandara Soekarno-Hatta dari Timika, Papua, sementara saat ini penerbangan terakhir ke Balikpapan pukul 14.00 WIB.

“Baru bisa kami susulkan pada penerbangan paling pagi ke Balikpapan, yaitu penerbangan Lion Air pukul 05.00 WIB dan tiba pukul 08.10 WITA di Bandara Sepinggan di Balikpapan,” kata Andi Hasan.

Andi Hasan menambahkan, bahwa saat ini Rimbun Air tengah menyiapkan kompensasi untuk keluarga para korban.

Adapun Iswahyudi tewas bersama pilot HA Mirza dan co-pilot Fajar saat pesawat yang mereka terbangkan, sebuah Twin Otter 300 jatuh di Gunung Wabu, Distrik Sugapa, Papua, pada Rabu (15/9/2021). 

Pesawat tersebut mengangkut bahan bangunan dari Bandara Nabire menuju Bilogai.

Saat mengevakuasi para korban, para penyelamat juga menemukan kotak hitam pesawat yang berisi rekaman percakapan para kru, baik antarsesama kru di kokpit maupun komunikasi radio dengan bandara keberangkatan dan bandara kedatangan.

Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). (indozone)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel