-->

Pembakaran Mimbar Masjid di Makassar, MUI Ingatkan Takmir Aware Pada Tamu



Buletin Banten - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti peristiwa pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar yang dilandasi motif sakit hati karena suka ditegur pengurus masjid karena kerap tidur di pelataran. MUI mengimbau agar para takmir dapat menyadari kondisi dari masing-masing tamu maupun jamaah masjid berbeda.

"Tentu sebagian motifnya sudah bisa dibaca karena sakit hati, maka jadi pembelajaran bagi kita bahwa penjaga dan takmir masjid harus lebih aware pada tamu dan orang yang datang ke tempat itu," kata Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, Cholil Nafis saat dihubungi, Minggu (26/9/2021).

Cholil meyakini alasan tersangka kerap tidur di dalam masjid tak jauh dari ekonomi. Ke depannya, dia meminta agar masjid dapat mengakomodir masyarakat kurang mampu melalui pemberian sedekah secara rutin.

Selain itu, Cholil menyarankan agar pemerintah setempat dapat memfasilitasi ruang terbuka bagi masyarakat untuk beristirahat.

"Kepada pemerintah setempat hendaklah hadir di tengah masyarakat memberikan ruang terbuka untuk orang isitrahat, untuk orang santai sehingga tak hanya menjadikan masjid untuk tempat tidur-tiduran, bukan untuk ibadah," jelasnya.

Cholil juga mengapresiasi kinerja polisi yang cepat mengungkap kasus ini. Menurutnya, hal itu dapat mengurangi asumsi provokatif di tengah masyarakat.

"Kami mengapresiasi kepada kepolisian yang cepat untuk menangkap pelakunya sehingga praduga dan asumsi yang negatif bahkan provokatif bisa diantisipasi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Mimbar Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dibakar orang tak dikenal (OTK). Pelaku pembakaran mimbar masjid yang berinisial KB (22) itu pun telah ditangkap polisi.

Polisi mengatakan mimbar masjid Raya Makassar yang terletak di area Kecamatan Bontoala, Makassar, itu dibakar pada Sabtu (25/9) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.

Polisi mengungkap motif pria berinisial KB (22) nekat membakar mimbar Masjid Raya Makassar. KB mengaku sakit hati terhadap sekuriti dan pengurus masjid karena ditegur saat tidur di masjid.

"(Motif) sakit hati kepada pengurus masjid yang mana setiap pelaku ini datang ke masjid untuk datang beristirahat tidur di masjid ini selalu dilarang pengurus masjid maupun pihak sekuriti," ucap Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana saat jumpa pers di kantornya, Sabtu (25/9/2021).

Menurut Witnu, pelaku merupakan warga sekitar Masjid Raya Makassar, yang selama ini memang kerap datang beristirahat di masjid.[detik]

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel