-->

Lagi, Ustaz Dibegal di Bekasi, Pinggang Disabet Golok, Motor Nmax Dirampas



Buletin Banten - Kawanan begal bersenjata tajam kembali beraksi di Jalan Raya Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi. Akibat kejadian perampokan motor ini, korban pengendara motor mendapati luka bacokan senjata tajam. Sementara motor Nmax milik ustaz Jamil hilang dibawa kabur para pelaku.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, dari hasil identifikasi korban diketahui bernama Jamiludin. Korban dalam keseharian dikenal sebagai ustaz Jamil.

"Ya (ustaz) atas nama pak Jamil ya. Kejadian kemarin Selasa pukul 10 malam," kata Erna saat dihubungi VOI, Rabu 22 September.

Dikatakan Erna, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kejadian bermula ketika ustaz Jamil tengah mengendarai motor bernopol B 4166 FWE dari arah Bogor ke Kota Bekasi.

Sesampainya di lokasi kejadian tepatnya di Jalan Raya Mustikasari, korban tiba-tiba dipepet orang tak dikenal (OTK) yang saling berboncengan dengan satu kendaraan bermotor.

Salah satu pelaku pun sempat menodongkan senjata tajam ke arah korban.

"Dia (korban) berangkat dari arah Bogor ke Kota Bekasi, informasi dari korban. Tiba-tiba dipepet oleh orang tak dikenal, dan diacungkan celurit ke arah korban oleh pelaku," ujarnya.

Korban berupaya melawan upaya pelaku merampas motornya. Namun, pelaku langsung melukai korban tepat dibagian pinggang. Pelaku berhasil membawa kabur kendaraan Yamaha Nmax milik ustaz Jamil.

Korban yang terluka pun langsung ke rumah sakit selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bantar Gebang.

"Ya korban mengalami luka di belakang pinggangnya ya. Saat ini korban sudah melaporkan ke Polsek Bantar Gebang," katanya.

Hingga saat ini, sambungnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan sementara terkait peristiwa tersebut. Saksi-saksi pun juga sudah diminati keterangan sekaligus mencari alat bukti lain sebagai petunjuk menemukan identitas pelaku.

"Untuk sementara Polsek Bantar Gebang sedang melakukan Lidik dulu, pengembangan di TKP dan mencari bukti serta saksi-saksi, nanti akan disampaikan  lebih lanjutnya," katanya. (voi)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel