Jejak Pria 'Raja' yang Gegerkan Pandeglang



Buletin Banten - Publik di Pandeglang, Banten, awal pekan ini dihebohkan dengan seorang pria misterius bernama Iskandar Jamaludin Firdaus. Dia mengaku sebagai 'raja'.

detikcom merangkum jejak pria misterius tersebut. Simak ulasannya.


Berstatus 'Raja' Sejak 2004

Menurut pengakuan pengawalnya, Ki Jamil, Iskandar bisa mendapat gelar 'raja' sejak 2004. Gelar itu pun diperoleh secara gaib usai pria misterius tersebut turun dari gunung setelah memperdalam ilmu yang dia pelajari.


"Jadi baginda ini diangkat menjadi raja pada tahun 2004, itu asal-usul urusannya juga dengan gaib. Pengangkatan ini bukan keinginan baginda bukan juga keinginan masyarakat, tapi memang sudah perintah dari sananya, dari Sang Pencipta," kata Ki Jamil.


Disebut Satria Piningit

Usai dinobatkan sebagai 'raja', para pengikutnya pun mengungkit soal mitologi ramalan Jayabaya tentang Satria Piningit. Soalnya, mereka percaya pria misterius bernama Iskandar Jamaludin Firdaus ini adalah Satria Piningit.


"Jadi begini, beliau itu bukan orang yang mengklaim raja, tapi istilahnya orang-orang banyak yang mengatakan secara spiritual baginda ini seorang Satria Piningit. Inilah sosok Satria Piningit yang akan muncul di bumi, seorang baginda ini," ujar Ki Jamil.


Bangun 30 Rumah

Setelah mendapat gelar raja inilah, Ki Jamil mengungkapkan, Iskandar meniatkan dirinya untuk membantu warga miskin di Pandeglang. Salah satunya dengan cara membangun rumah-rumah tidak layak huni yang hingga saat ini sudah tercatat ada 30 rumah yang telah diperbaiki oleh Iskandar.


"Sekarang fokus di bedah rumah, itu sudah dari tahun 2017. Beliau langsung yang turun ke sana," tutur Ki Jamil.


Selain bantuan bedah rumah, sosok Iskandar juga diklaim sering membantu kehidupan warga dengan cara memberikan santunan rutin kepada anak yatim dan janda di wilayah Pandeglang. Kegiatan ini pun Iskandar lakukan sebagai contoh bagi para pengikutnya supaya bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain.


"Baginda ini mau mencontohkan kepada kami murid dan santrinya supaya bisa berbuat untuk sesama. Bukan karena beliau banyak hartanya terus uangnya di mana-mana, tapi memang sekaligus membantu program pemerintah apalagi untuk warga kurang mampu," kata Ki Jamil.


Sosok Tertutup

Warga setempat ternyata banyak yang tak tahu soal aktivitas sehari-hari Iskandar. Pasalnya, Iskandar terkenal tertutup dan malah jarang bersosialisasi dengan masyarakat walaupun ada kegiatan-kegiatan keagamaan di kampung tersebut.


"Kalau untuk kepribadiannya enggak terlalu berkecimpung dengan masyarakat, masing-masing aja. Misalkan ada acara muludan juga pribadi dia aja sama anak buahnya di rumah. Kalau bisa dibilang tertutup, dia orangnya memang tertutup, enggak pernah berbaur gitu," kata Kasi Kesejahteraan Desa Pandat Dimas Febriana.


Meski begitu, Dimas mengatakan, warga di desanya selama ini tak pernah merasa terganggu dengan kehadiran sosok Iskandar yang mengaku sebagai raja tersebut. Walaupun terkesan tertutup dan jarang bersosialisasi dengan masyarakat, tapi kehadirannya memang membantu warga di sana lantaran sering memberikan santunan hingga bedah rumah.


"Udah lama tinggal di sininya mah, sudah lebih dari 10 tahun. Tapi memang enggak ada hal-hal aneh, setahu kita belum ada. Justru malah dengar kemarin dia lagi bangun rumah, itu bagus buat warga. Ikut membantu lah," kata Dimas.


Punya Rumah Mirip Istana Kerajaan

Saat mendatangi kediamannya pada Selasa (21/9), suasana rumah Iskandar pun jauh berbeda dengan kondisi tempat tinggal para tetangganya. Pasalnya, di sana terdapat beberapa bangunan yang menyerupai suasana dalam istana kerajaan.


Mulai dari tulisan 'Angling Dharma' yang terpampang di bagian atas rumah yang dominan dengan warna hijau putih, pagar bercorak motif kerajaan, hingga di bagian gerbang, terdapat gambar spanduk berupa elang yang dipasang dekat gerbang dan patung kuda berwarna putih di lokasi tersebut.


Masuk ke area pelatarannya, Iskandar membangun sebuah singgasana lengkap dengan tulisan 'Singgasana Raja' hingga 'Angling Dharma Raja Wangsa Negara'. Di atas singgasana itu juga terdapat kursi dan payung yang menjadi ciri khas sebuah kerajaan dengan peta dunia di belakangnya.


Salah satu sudut rumah pria yang ngaku 'raja' di Pandeglang. (Foto: Rifat Alhamidi/detikcom)

Iskandar juga memberikan papan tulisan para pasukan yang berada di depan singgasananya. Mulai dari Pasukan Samsail, Pasukan Mikyail, Pasukan Kortoyail, Pasukan Dardayail, Pasukan Jaror hingga Pasukan Jabarr.


Di rumah kedua milik Iskandar pun suasana kerajaan terasa begitu kental. Dengan corak kuning hijau dan motif bunga di dindingnya, rumah ini berada tepat di samping singgasana yang Iskandar bangun. Namun ada pemandangan yang menarik perhatian wartawan lantaran terdapat tulisan 'gudang duit' yang ditulis di atas rumah tersebut.


Selain memiliki bangunan layaknya kerajaan tersebut, Iskandar juga memiliki kolam yang terletak di pelataran rumahnya. Bahkan ada bangunan musala hingga paseban yang digunakan untuk menyambut tamu yang kadang digunakan para muridnya menjadi tempat bercengkerama yang memang sudah menetap di rumah tersebut.


"Ini sebenarnya filosofinya mengandung makna. Bangunan di sini semuanya tidak pake arsitek, tidak pakai tukang dari luar. Jadi memang apa yang baginda harus ciptakan, ya maka harus diciptakan seperti itu," kata Ki Jamil.


Tak Dipermasalahkan MUI Pandeglang

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang pun buka suara soal pria bernama Iskandar Jamaludin Firdaus yang mengaku sebagai 'raja' di Pandeglang, Banten. MUI tak mempermasalahkan penobatan gelar tersebut selama tidak meresahkan masyarakat.


"Kalau enggak merugikan mah biarin aja sih, selama masyarakatnya enggak merasa resah ya silakan saja," kata Ketua MUI Pandeglang Tb Hamdi Maani saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (22/9).


Respons Bupati Pandeglang

Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta penegak hukum tidak membiarkan pria yang mengaku sebagai 'raja'. Kalau terbukti melakukan tindakan menyimpang, perlu diproses hukum


"Karena kalau misalkan enggak ada silsilah rajanya dan ternyata memang halu, itu harus ada proses. Harus ada tindak lanjut dari penegak hukum," katanya kepada wartawan saat ditemui usai sidang paripurna di gedung DPRD Pandeglang, Banten, Rabu (22/9).


Namun demikian, Irna tetap memilih supaya penyelesaian ulah 'sang raja' itu dilakukan melalui pendekatan persuasif. Ia pun tak mau aktivitas kelompok ini malah nantinya membuat gaduh seperti kasus Kerajaan Sunda Empire di Jawa Barat.


"Kayak Sunda Empire itu kan persepsi yang menyesatkan. Makanya pendekatannya harus persuasif, camat sudah saya perintahkan supaya datangi mereka, tanya kepada mereka khawatir memang mereka ini punya permasalahan yang akhir malah halu seperti ini," ucap Irna.


Polisi Sebut Iskandar Terobsesi Dunia Kerajaan

Setelah diselidiki, polisi pun memastikan pria tersebut hanya terobsesi dengan dunia kerajaan.


"Setelah kami konfirmasi, yang bersangkutan ternyata hanya menyukai corak-corak raja. Tapi kami pastikan dia tidak ada hubungan apapun dengan kerajaan," kata Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah kepada detikcom saat dihubungi di Pandeglang, Banten, Kamis (23/9).


Bukan hanya itu, Belny juga memastikan pria bernama Iskandar itu tak memiliki silsilah apapun dengan keturunan kerajaan. Begitu juga dengan keluarganya, semuanya tak memiliki silsilah apapun yang berhubungan dengan raja.


"Dia sama semua keluarganya tidak ada silsilah sama kerjaan," ucap Belny. sumber [detik(dot)com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel