-->

Diserang Demokrat, Yusril Cerita di Rezim SBY: Saya Geregetan, Saya Lawan



Buletin Banten - Yusril Ihza Mahendra akhirnya angkat bicara setelah diserang para kader Partai Demokrat. Yusril dituding nggak tahu terima kasih kepada Demokrat dan SBY, dulu anak Yusril ikut Pilkada Belitung Timur kan didukung Partai Demokrat.

Lha kok sekarang Yusril Ihza Mahendra mau saja jadi kuasa hukum pengurus Partai Demokrat versi KLB pimpinan Moeldoko, menggugat AD/ART Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Gegara jadi kuasa hukum Partai Demokrat Moeldoko, Yusri diserang sana sini kanan kiri, sampai urusan hubungan masa lalunya pernah dekat dengan ayah AHY, SBY.

Yusril meminta urusan pribadi jangan dilibatkan dalam sengketa AD/ART Partai Demokrat lah. Terpaksa Yusril menjawab serangan pribadi kepadanya soal hubungannya dengan SBY.

“Soal dekat dan jauh itu soal hati dan di lapangan saja. Saya dulu dukung SBY JK, jadi kan waktu itu koalisi Demokrat kurang dukungan, tak ada parpol lain mau kecuali PBB. Kita berunding dan jadilan capres SBY. Kalau saya nggak teken (dukungan) nggak ada sejarah SBY jadi presiden. Kan jadi nggak enak ngomong begini,” ujarnya membalas serangan kader Demokrat dalam wawancara Kompas TV, dikutip Senin 27 September 2021.

Yusril mengungkapkan hubungan dengan SBY di masa lalu cukup dinamis. Dia dukung SBY jadi presiden dan setelah itu dia diganjar dengan jabatan Mensesneg. Tapi dia tak lama jadi menteri itu.

“Saya kemudian dipecat, beberapa bulan kemudian saya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung yang dipimpin Hendarman Supandji waktu itu. Saya lawan, karena saya geregetan dan akhirnya Kepala Kejagung jatuh,” kata dia.

Di sisi lain setelah nggak jadi bagian dari rezim SBY, Yusril beberapa kali membantu SBY lho dalam berbagai masalah, khususnya berkaitan dengan masalah hukum.

Yusril ngaku beberapa kali SBY minta bantuannya untuk urusan hukum keluarga, misalnya yang menyangkut Edi Baskoro Yudhoyono atau Ibas. “Beberapa kesulitan masalah hukum, saya bantu (pak SBY)” kata dia.

Nah lantaran diserang kader DDemokrat, Yusril menceritakan dulu saat dia jadi kuasa hukum salah satu partai politik yang bersengketa, dia tidak diserang pribadinya.

Misalnya saat dia menjadi kuasa hukum kubu Aburizal Bakrie melawan kubu Agung Laksono, atau saat dia jadi salah satu pengacara sengketa Suryadharma Ali melawan Romahurmuziy di PPP, serta sengketa Djan Farid vs Romahurmuziy.

“Saat sengketa itu mereka nggak serang pribadi saya. Kita berdebat di pengadilan dan media, dan nggak ada otak-atik anak kamu dulu begini begitu,” jelasnya.

Sebelumnya, advokat Yusril Ihza Mahendra dan Yuri Kemal Fadlullah menjadi pengacara empat orang anggota Demokrat KLB Deli Serdang Moeldoko untuk mengajukan gugatan judivial review atau JR ke Mahkamah Agung.

Empat orang yang identitasnya tak disebutkan oleh Yusril itu menggugat AD/ART Partai Demokrat 2020 yang telah disahkan Kemenkumham. JR yang dimaksud meliputi pengujian formil dan materil terhadap AD/ART Partai Demokrat. [hops]

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel