Mural-mural Kontroversial Terus Bermunculan, Ini yang Sudah Dihapus



Buletin Banten -  Mural-mural kontroversial terus bermunculan dimana-mana. Beberapa di antara mural-mural ini sudah ada yang dihapus.

Sebagaimana diketahui, salah mural yang cukup menyita perhatian ialah mural 'Jokowi 404: Not Found' di Kota Tangerang. Pembuat mural ini tadinya hendak diburu oleh polisi, namun belakangan si pembuat mural tak bisa ditangkap karena itu wewenang Pemda.

Terbaru, adalah mural 'Ngabalin 504 Error' dan 'Wabah sesungguhnya Adalah Kelaparan'. Mural 'Wabah sesungguhnya Adalah Kelaparan' bahkan tersebar di beberapa tempat.


Dirangkum detikcom, Minggu (22/8/2021) berikut ini daftar mural kontroversial yang terus bermunculan.

1. Mural 'Jokowi 404: Not Found'
Mural bergambar wajah mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini ada di Batuceper, Kota Tangerang. Mural itu diperkirakan sudah ada sejak Senin (9/8) atau Selasa (10/8) lalu. Mural ini sudah dihapus dengan ditutup cat warna hitam lantaran dinilai menghina lambang negara.

"Tetap dilidik (selidiki) itu perbuatan siapa. Karena bagaimanapun itu kan lambang negara, ya," kata Kasubbag Humas Polres Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim kepada wartawan, Jumat (13/3) kemarin.

Pelaku pembuat mural itu diburu. Soal lambang negara, berdasarkan Undang-Undang dan Konstitusi, ternyata presiden bukan termasuk lambang negara. Lambang negara adalah Bendera Merah Putih, Bahasa Indonesia, Garuda Pancasila-semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Tagar Jokowi 404: Not Found pun sempat bergema di jagat Twitter dan menjadi trending topic. Pihak Istana berbicara. Menurutnya, mural itu bisa tergolong melawan hukum kalau tidak berizin.

"Mural, entah apa pun isinya, yang gambarnya memuji tokoh politik tertentu, yang mengkritisi pemerintah, yang memuji pemerintah, kalau tidak ada izinnya, bisa berujung pada tindakan melawan hukum, cederai hak orang lain. Ada di KUHP, silakan dicek," kata Staf Khusus Mensesneg, Faldo Maldini saat dimintai konfirmasi, Sabtu (14/8/2021).

Namun belakangan, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima menyampaikan pihaknya tidak menindaklanjuti kasus mural 'Jokowi 404: Not Found'. Dia mengatakan mural tersebut dihapus karena melanggar peraturan daerah (perda).

"Kita nggak tindak lanjuti, karena itu kewenangan Perda, itu hanya melanggar peraturan daerah, hanya mengotori pemandangan, mengganggu ketertiban umum," kata Deonijiu kepada detikcom, Jumat (20/8/2020).

2. Mural Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit
Mural berisi gambar karakter kartun penuh warna cerah dengan tulisan 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' juga viral. Mural itu bernasib sama, dihapus aparat.

Mural itu ada di sudut Jl Diponegoro, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Mural itu sudah dilumuri menggunakan cat warna krem. Informasi yang dihimpun detikcom, mural itu mulai dibuat pada 25 Juli dan rampung pada 2 Agustus 2021. Mural dihapus aparat pada 10 Agustus.

Pihak yang menghapus adalah Satpol PP. Soalnya, mural itu dinilai melanggar Perda Pemkab Pasuruan Nomor 2 Tahun 2017 yang melarang corat-coret. Bakti Jati Permana juga menyatakan pihak pembuat mural tidak meminta izin kepada pemilik dinding, PT KAI.


"Saya dapat banyak laporan. Termasuk pak camat juga menyampaikan. Saya yang memerintahkan dihapus saja, dicat," kata Kasat Pol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana, Sabtu (14/8/2021) tadi.

Pembuat mural 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' ini juga sedang dicari Satpol PP.


3. Mural 'Tuhan, Aku Lapar'
Mural berupa tulisan 'Tuhan, Aku Lapar' juga viral setelah dihapus aparat. Mural itu ada di tembok kawasan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

"Iya betul. Itu Jumat malam udah kita hapus, petugas dari kita ketika tahu ada mural itu langsung dihapus," Kapolsek Tigaraksa Kompol Rudi Supriadi saat dihubungi detikcom, Senin (26/7) lalu.

Rudi menjelaskan, grafiti tersebut dibuat oleh salah satu kelompok yang berdomisili di wilayah Kabupaten Tangerang. Grafiti tersebut dibuat hanya untuk menyampaikan aspirasi seni. Polisi memahami ini.

Rudi menyampaikan pihaknya mendatangi kediaman pembuat grafiti tersebut pada Sabtu (24/7). Polisi datang ke rumahnya untuk memberikan bantuan.

"Mereka sendiri udah langsung kita data juga rumahnya, sudah kita datangi juga, Kapolres juga sudah ke sana. Langsung diberi bantuan sembako, Kapolres hari Sabtu langsung datang ke rumahnya," ungkap Rudi.

4. Mural 'Wabah Sesungguhnya Adalah Kelaparan'
Mural 'Wabah sesungguhnya Adalah Kelaparan' juga sempat muncul di Ciledug, Tangerang, Banten. Mural tersebut sudah dihapus aparat.

"Iya benar (dihapus)," ujar Camat Ciledug Syarifuddin kepada wartawan, Kamis (19/8/2021).

Mural tersebut berada di sebuah pintu seng yang terletak di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Ciledug, Kota Tangerang. Mural itu dihapus pada Selasa (17/8).

Syariffudin mengatakan mural itu dihapus karena tidak ada izin. Kemudian, mural 'wabah sesungguhnya adalah kelaparan' dinilai melanggar etika.

"(Mural berada di) lahan orang, pintu masuk gerbang orang. Ya kita boleh berinovasi, berkreasi tapi kan harus tempatnya yang benar. Jangan di lahan orang di pintu masuk orang," ujar Syarifuddin.

Mural bertulisan 'Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan' juga muncul di Kota Banjarmasin, Kalsel. Mural tersebut telah dihapus Satpol PP.

Mural 'Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan' itu ada di Jalan RE Martadinata, Banjarmasin. Satpol PP menghapus mural itu pada Rabu (18/8) malam.

"Tulisan yang ditulis oknum tidak dikenal ini langsung kami hapus. Malam Kamis sudah dilakukan penghapusan dan dilakukan pengecatan ulang," kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, Jumat (20/8).(detik)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel